Berangkat dari kesadaran bahwa hidupku
adalah keseluruhan dari kesadaranku. Ketika ‘aku’ menjadi sebuah
kesadaran, yang ada adalah hamparan kebenaran, keindahan dari segala
konsep, dan realitas tentang keseluruhanku. Bahwa aku adalah
makhluk yang berakal budi. Ketika berakal budi, aku mengejar kebenaran,
memeluk keindahan, menghendaki kebaikan. Ketika mengejar kebenaran, aku
menenggelamkan diri dalam pencarian dan penelitian ilmu pengetahuan. Ketika memeluk keindahan, aku membuka diri seluas-luasnya akan
nilai-nilai yang mengatasi pertimbanganku. Ketika menghendaki kebaikan,
aku bergumul dalam aktivitas terus-menerus untuk sesama dan diri
sendiri. Dengan demikian, hidupku adalah keseluruhan dari kesadaranku.
Atau, manusia adalah keseluruhan dari kemanusiaannya.
Lalu, apa yang
merupakan yang ‘bukan manusia’ dalam dirinya? Yaitu adalah apa saja
yang bukan merupakan keseluruhan dari kemanusiaannya. Misalnya, tubuh,
fisik, kemulusan, atau kecantikan wajah, keindahan kaki atau tangan atau
bagian tubuh yang lain. Dalam diriku sendiri, tanganku bukanlah aku.
Juga dalam diriku sendiri, wajahku bukanlah aku.
Tetapi, toh wajah ini milikku dan tangan ini juga tanganku? Yah..
benar.. wajah ini adalah wajahku, ketika wajah itu menjadi bagian dari
keseluruhan kehadiranku. Artinya, andai ada patung wajah yang terbuat
dari lilin, mirip sekali dengan wajahku, patung wajah itu pasti bukan
wajahku. Alasannya, karena patung wajah yang mirip sekali dengan wajahku
itu, tidak menjadi bagian dari kehadiranku. Andaikan kepalaku dipotong
dan dibuang di pinggir jalanan, kepala (tentu juga wajahku) akan
diambil, dikubur, (mungkin juga) dihormati oleh orang-orang yang
menemukan, hanya karena memandang bahwa wajah itu menunjuk kepada wajah
manusia, wajahku.
Dengan kata lain, bagian per bagian dari tubuh manusia dalam dirinya
sendiri bukanrepresentasi ‘manusia’ itu. Bagian tubuh hanya akan
merepresentasikan manusia jika itu dipandang secara keseluruhan.
Dengan demikian, yang ‘bukan manusia’ dalam diri manusia adalah itu
yang merupakan bagian per bagian dari kehadiran manusia secara
terpisah-pisah.
****
Karena yang ‘bukan aku’ adalah keterpisahan satu sama lain, ‘aku’
berarti mengatakan kebersatuan, keterpaduan, kekompakan, keutuhan,
keseluruhan kemanusiaanku. Manusia itu satu, utuh, karena ‘aku’-nya satu
dan utuh. Jika ada orang yang meyakini bisa membagi dan
memisah-misahkan ekemen manusia, itu pasti bukan ‘aku’-nya. Tangan kita
bisa dipotong dan dipisahkan dari tubuh yang lain. Demikian juga dengan elemen fisik yang lain. Tetapi, ‘aku’ manusia tidak mungkin dan tidak bisa dipisah-pisahkan dalam cara apa pun.
****
Karena tidak bisa dipisah-pisahkan (indivisibilis), ‘aku’
itulah yang dimaksudkan dengan manusia. Manusia bukanlah sekedar badan
dan jiwa (walaupun dari kebenaran itu sudah dideklerasikan oleh para
filosof Yunani dan diyakini kebenarannya sampai sekarang). Manusia
adalah ‘aku’. Manusia adalah keseluruhan dirinya. Dengan demikian, aku
adalah keseluruhan diriku.
Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, sedang di München, Jerman
Awal 2014, masyarakat Ukraina sedang mengalami krisis
politik. Demonstrasi besar berakhir dengan kekerasan yang terus
berkelanjutan. Oposisi, yang mendapat dukungan besar dari rakyat
Ukraina, menuntut pemilihan umum ulang. Mereka minta Presiden Viktor
Yanukovych untuk turun dari jabatan presiden.
Ketegangan di Turki juga belum berakhir. Perlawanan
terhadap pemimpin Turki sekarang, Reccep Tayyib Erdogan, terus
berlangsung. Rakyat Turki merasa hidup di dalam pemerintahan totaliter
yang menggunakan agama sebagai pembenarannya. Kebebasan diri masyarakat
semakin terinjak oleh aturan-aturan yang, menurut mereka, tidak masuk
akal.
Di Mesir, ketegangan juga masih belum mereda. Rakyat Mesir
sedang mencari bentuk tata politik untuk masa depan mereka. Mereka
ingin keluar dari tirani militer maupun agama, yang mencekik kemanusiaan
mereka. Sampai kini, tegangan politik masih terus berlangsung. Banyak
orang ditahan paksa, dan belum menemukan keadilan, sampai sekarang.
Kota Hamburg di Jerman juga masih mengalami ketegangan
politik. Ribuan orang melakukan demonstrasi besar di kota itu. Kekerasan
pun tak dapat dihindari, sampai sekarang. Misi utama mereka satu, yakni
melawan kecenderungan Hamburg menjadi kota milik orang-orang kaya,
dimana harga sewa rumah menjadi begitu mahal, dan orang-orang kelas
menengah ke bawah terus terpinggirkan.
Apa yang sama dari empat peristiwa di empat kota yang
berbeda ini? Yang sama adalah hubungan yang kerap kali rumit antara
manusia dan dunianya, antara kita dan dunia. Ketika kita lahir, kita
selalu lahir dalam konteks tertentu, yakni dunia orang tua kita. Konteks
ini menentukan sekaligus cara berpikir dan cara hidup kita sebagai
manusia.
Kita dan Dunia
Apa yang kita sebut sebagai dunia, sebenarnya adalah hasil
dari pikiran dan tindakan kita bersama sebagai suatu kelompok. Apa yang
disebut sebagai “Jakarta”, Kairo”, “München” atau “Istanbul” sebenarnya
bukanlah kenyataan yang mutlak, melainkan bentukan dari pikiran dan
tindakan bersama kita sebagai manusia. Pikiran dan tindakan bersama yang
berulang akhirnya menciptakan pola bersama. Pola itulah yang kini
menjadi “dunia”.
Di sisi lain, diri kita juga amat dipengaruhi oleh
masyarakat kita. Cara kita berpikir, cara kita berbicara sampai dengan
kepercayaan kita pada Tuhan amat dipengaruhi oleh masyarakat kita.
Pendek kata, dunia, yang kita ciptakan, juga membentuk kita. Pada titik
ini, setidaknya dua pertanyaan muncul: dunia macam apa yang ingin kita
bangun sebagai manusia? Dan, hidup macam apa yang ingin kita jalani di
dunia ini?
Saya ingin menawarkan pemikiran atas dua pertanyaan ini.
Kita, tentunya, ingin hidup yang bermakna. Kita ingin menjalani hidup
yang utuh dan penuh sebagai manusia. Kebahagiaan adalah akibat dari
hidup yang bermakna ini. Makna, keutuhan dan kepenuhan hidup hanya bisa
kita capai, jika kita mencoba untuk menemukan suara kita sendiri, yang
lahir dari batin terdalam.
Dunia macam apa?
Maka, kita ingin hidup di suatu masyarakat, dimana suara
pribadi kita mendapat tempat. Kita ingin hidup di suatu masyarakat,
dimana keunikan pribadi bukanlah sesuatu yang aneh, tetapi sesuatu yang
dirindukan. Kita ingin hidup di suatu masyarakat yang mendorong kita
untuk menemukan suara kita sendiri. Dari masyarakat semacam itu, lalu
kita bisa menjalani hidup yang asli dan bermakna.
Kita juga ingin hidup di dunia, dimana rasa takut tidak
menjadi yang utama. Kita tidak ingin ditekan oleh rasa takut, ketika
gagal. Kita membutuhkan bantuan, dan bukan hukuman yang semakin
memperbesar dan menyebarkan rasa takut tersebut. Kita tidak ingin hidup
terus dalam rasa takut, ketika pada usia tertentu, kita belum lulus
sekolah, belum menikah atau belum punya pekerjaan tetap. Kita ingin
didukung, dan bukan dicekam dengan rasa takut.
Kita juga ingin di suatu masyarakat, dimana uang bukanlah
Tuhan. Kita ingin tinggal di masyarakat, dimana harkat dan martabat kita
sebagai manusia tidak diukur dari seberapa besar pendapatan kita per
bulan. Kita juga ingin hidup di masyarakat, dimana kepemilikan mobil dan
rumah tidak menjadi ukuran pribadi kita sebagai manusia. Kita ingin
hidup di masyarakat, dimana uang hanyalah salah satu cara untuk mencapai
kebaikan, dan bukan tujuan yang mutlak itu sendiri.
Kita juga ingin hidup di sebuah dunia, dimana kesuksesan
material (uang dan harta) bukanlah tanda jati diri manusia. Kita ingin
hidup di sebuah dunia, dimana setiap orang tidak hanya bekerja untuk
menumpuk harta seumur hidupnya, seolah itu adalah yang terpenting dalam
hidup. Kita tidak ingin hidup di sebuah dunia, dimana orang yang tidak
sukses dianggap lebih rendah. Kita ingin hidup di dunia, dimana
kesuksesan materi hanya merupakan tanda kecil yang tak berarti, jika
dibandingkan dengan kemanusiaan kita.
Kita ingin hidup di sebuah masyarakat, dimana manusia
adalah ukuran yang tertinggi. Di dalam masyarakat ini, kita ingin
diperlakukan sebagai manusia, bukan karena kekayaan atau kesuksesan,
tetapi karena keberadaan kita seadanya. Sebaliknya, kita pun juga ingin
memperlakukan orang lain lebih tinggi daripada uang, atau segala
kekayaan material lainnya. Robert Reich, di dalam bukunya yang berjudul Aftershock, menyebutnya: ekonomi yang menjadikan manusia sebagai pusat.
Manusia macam apa?
Dunia semacam ini tidak datang dengan sendirinya. Kita
harus berusaha bersama-sama mewujudkannya. Kawan-kawan kita yang
tersebar di Ukraina, Turki, Jerman dan Mesir ingin mewujudkan dunia
semacam itu. Mereka mempertaruhkan hidup mereka, guna mewujudkan dunia
yang lebih baik.
Ingatlah, bahwa dunia bukanlah sesuatu yang mutlak,
melainkan hasil karya kita bersama, melalui pikiran dan tindakan kita
yang dilakukan secara rutin dan berkelompok. Kita pun, sebagai pribadi
maupun sebagai kelompok, juga harus mengubah diri kita, dan cara kita
hidup. Kita harus bergerak dari hati kita untuk menemukan suara hidup
kita yang asli. Kita harus belajar untuk menolak hidup dalam
bayang-bayang rasa takut, dan berjuang mewujudkan mimpi terdalam kita.
Kita juga tidak boleh mengukur manusia dengan uang. Kita
tidak boleh mata duitan, yakni melihat segala sesuatu dengan ukuran
untung rugi ekonomis. Kita juga harus memikirkan ulang arti sukses dalam
hidup kita. Dan, di atas semua ini, kita perlu menempatkan manusia
sebagai pusat dari segalanya, dan bukan budak atas sistem yang sudah
ada. Kebahagiaan tertinggi adalah dalam hubungan dengan orang lain, maka
kita harus menata ulang prioritas kita: bukan materi, tetapi relasi.
Maka, untuk mengubah dunia menjadi tempat yang bermakna,
kita pun juga harus mengubah diri kita secara pribadi. Perubahan ini
dilakukan secara berulang, dan dalam kerja sama dengan orang-orang
lainnya, yang pasti memiliki keinginan yang sama. Rasa putus asa pasti
datang menggoda, sehingga kita ingin mundur dari usaha kita. Namun,
dengan tekad baja dan dukungan teman-teman yang memiliki visi serupa,
harapan masih terus ada, dan kita masih bisa terus berjuang.
Dunia yang lain
Kawan-kawan di Kiev (Ukraina), Istanbul, Ankara, Kairo dan
Hamburg memiliki mimpi yang sama, yakni dunia yang lebih baik. Dunia
yang bermakna untuk semua, bukan hanya untuk segelintir orang kaya dan
berkuasa semata. Mereka kemudian bertekad dan bekerja sama, guna
mengubah keadaan. Mereka mempertaruhkan hidup mereka, guna memperoleh
hidup yang lebih baik.
Di dalam hidup, kita selalu punya masalah. Ia datang
menimpa kita, seringkali tanpa henti. Namun, kita tak boleh putus asa.
Kita harus yakin, bahwa lepas dari segala masalah yang ada, tetap ada
cara untuk melampauinya. Keyakinan itulah yang mesti kita rawat bersama.
Dunia adalah hasil dari pikiran dan tindakan kita bersama.
Kita pun hidup di bawah pengaruh besar, dari dunia yang kita ciptakan.
Dan karena dunia itu adalah hasil dari pikiran dan tindakan kita
bersama, maka ia tidak mutlak. Perubahan lalu menjad kemungkinan yang
menunggu untuk diwujudkan.
Indonesia pun bukanlah sesuatu yang mutlak. Ia terlahir
dari visi, pikiran dan tindakan kita bersama sebagai bangsa. Ia bukanlah
kenyataan mutlak yang tak bisa diubah, seburuk apapun kenyataan itu.
Kita bisa mengubahnya menjadi tempat, dimana segala suara pribadi
dihargai, dan manusia duduk di tempat yang utama, bukan uang, agama,
harta, atau kuasa.
Maka, dunia yang lain itu mungkin. Hidup yang lain, yang
lebih baik untuk semua, itu mungkin. Indonesia yang lain, yang lebih
baik untuk semua, itu juga mungkin. Tinggal kita yang merendanya.
Mengapa manusia menyembah Tuhan? Mengapa ada begitu banyak agama di dunia? Benarkah manusia membutuhkan Tuhan?
Dilihat dari konsep filsafat, keberadaan Tuhan berada dalam ranah konseptual; ada di pikiran manusia. The being of god
tidaklah aktual. Eksistensinya tidak bisa dirasakan oleh kelima indera
manusia. Oleh karena itu, banyak orang di ranah sains meragukan
keberadaan Tuhan yang tak bisa dibuktikan secara ilmiah. Begitu banyak
tulisan dan artikel yang menuliskan bahwa alam ini tercipta dengan
sendirinya–dengan kata lain, meniadakan peran Tuhan.
Meski begitu, jumlah pemeluk agama di dunia ini tidak berkurang. Tak
peduli agama apapun itu, jumlah orang ateis kalah banyak jika dibanding
jumlah orang yang meyakini adanya Tuhan. Bahkan, saat ini orang yang
ateis masih dianggap sebuah anomali masyarakat, tidak normal (Konteks
masyarakat yang saya bicarakan di sini adalah masyarakat Indonesia.
Sebab di negara-negara liberal, masyarakatnya sudah tidak peduli pada
kepercayaan agama yang dianut seseorang).
Saya pernah mendengar sendiri pengakuan seorang yang menyebut dirinya
tidak beragama, tapi ia sebenarnya percaya Tuhan itu ada. Ia
tetap berdoa. Hanya saja ia tak tahu ‘Tuhan mana’ yang harus ia tujukan
doanya. Baru-baru ini saya tahu ada sebutan deist, yakni orang yang percaya substansi Tuhan, tapi tidak percaya pada agama. Konsep ini berbeda dengan atheist yang tidak percaya pada Tuhan, apalagi pada agama.
Semua agama di dunia ini pasti mengaku bahwa ajarannyalah yang paling
benar. Jika masalah agama ini dipikir, direnungi, dianalisa dengan
logika, percayalah kau akan gila. Agama itu persoalan konsep dalam
pikiran seseorang. Agama itu ada memang bukan untuk dinalar tapi untuk
dipercayai, karena tidak akan masuk akal. Kita Butuh
Salah satu konsep terkenal dari filsuf Yunani Aristoteles tentang manusia adalah zoon-politicon.
Ia menyebut bahwa fitrah manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan
manusia lain, entah itu untuk berkomunikasi, saling membantu, atau
untuk kebutuhan lainnya. Namun kalau boleh menambahkan, manusia juga
memiliki fitrah ‘membutuhkan Tuhan’. Jauh dalam alam bawah sadar
manusia, seseorang pasti membutuhkan keberadaan Tuhan dalam hidupnya.
Kok bisa? Masalahnya, terlalu banyak hal di sekeliling manusia yang tidak bisa kita handle.
Ada banyak sekali perkara yang berada di luar kuasa manusia. Ketika
berhadapan dengan itu, manusia akan cenderung merasa inferior, merasa
dirinya kecil dibanding seluruh kosmos. Apa sih yang manusia bisa
lakukan? Nah, pada saat inilah akan muncul insting dalam diri manusia
yang ‘membutuhkan Tuhan’; sesuatu untuk dijadikan sasaran pelampiasan
ketidakberdayaan manusia.
Sejenak, mari kita mundur beribu tahun lalu saat mammoth masih hidup
di dunia ini. Jauh sebelum ajaran agama mulai muncul di dunia ini,
manusia sudah mengenal ada konsep animisme-dinamisme. Dari temuan-temuan
arkeologis, kita bisa lihat bahwa para manusia purba pun menyembah
sesuatu. Entah itu api, matahari, bulan, bintang, atau ‘sesuatu’ yang
dilambangkan dalam patung-patung yang dibuat manusia purba untuk
disembah. Benda-benda tersebut dipilih karena dianggap lebih kuat dari
manusia, dianggap dapat memberikan perlindungan pada manusia saat mereka
lemah. Ya, karena manusia membutuhkan Tuhan.
Pernah saya melihat satu film Barat–tapi saya lupa judulnya apa. Pada
waktu itu, ada salah satu tokoh yang sekarat. Ia pun meratap ketakutan.
Kira-kira seperti ini kalimatnya, “Aku takut! Meski aku tak percaya
Tuhan sebelumnya, sepertinya aku harus berdoa sekarang. Tuhan tolong
selamatkan aku…!” Saya
Saya lahir di lingkungan orang Islam yang kuat. Saya percaya Allah
Swt adalah Tuhan saya Yang Maha Esa. Memang agama yang saya yakini
sekarang adalah ‘keturunan’ dari orang tua. Namun saya tidak pernah
merasa menyesal dilahirkan di lingkungan muslim. Bahkan saya merasa
beruntung bisa mendapat pendidikan agama sejak kecil. Meski
begitu, persoalan konsep agama dan Tuhan sempat membuat saya pusing.
Hantaman buku, film, dan berbagai sajian fiksi dan non-fiksi yang saya
lahap sejak kecil memiliki pengaruh. Terutama jika mereka berasal dari
Barat yang memiliki keyakinan berbeda dengan saya.
Tulisan di atas mungkin baru saya tulis sekarang, saat saya telah
mendapat penjelasan konsep teoretis di kelas Filsafat Komunikasi kemarin
Rabu (19/03). Namun masalah ini sudah saya pikirkan jauh-jauh hari.
Analisa di atas saya pegang teguh agar saya tidak jatuh pada konsep
ateis, yang tentu berlawanan dengan keyakinan agama saya. Analisa ini
saya yakini pula sebagai penjelasan logis, agar saya semakin dekat
dengan Allah Swt.
Di sini saya hanya mengutarakan pendapat saya, apa yang ada di
pikiran saya. Saya tidak akan mencampuri keyakinan Anda. Apapun itu,
saya yakin Anda memiliki alasan tersendiri mengapa Anda memilih
keyakinan tersebut. Namun, jika Anda belum tahu dan belum paham mengapa
Anda memilih ajaran tersebut, saya anjurkan Anda untuk memikirkannya.
Meski terlihat sepele, tapi ini masalah prinsip hidup. Jangan mau
seperti bebek yang hanya mengikuti orang lain tanpa tahu alasan, jadilah
seperti elang yang meski menjelajah sendiri tapi tahu apa tujuan
dirinya.
Cintatunjuk untuk berbagai dengan rasa berbeda, status, dan sikap yang terbentang dari hubungan antar pribadikasih sayang( "Aku mencintai ibuku") ke kesenangan( "Aku mencintai makanan itu"). Ini dapat tunjuk ke satuemosidari satu kuatatraksidan pribadilampiran.[1]Ini juga dapat satukebaikanmanusia mewakilibudi,belas, dan affection�� � "setia yang tak egois dan keprihatinan baik hati untuk kepentingan dengan lain".[2]Ini juga boleh mendeskripsikan uang duka dan aksi tersayang ke arah manusia lain, sesuatu diri atau binatang.[3]
Lampau yunani masa mengidentifikasi empat bentuk cinta: kekerabatan ataukeakraban(diYunani,storge),perkawanan(philia), seksual dan / ataukeinginan romantis(eros), dandiri kosongatau ramalkan cinta(terkesima).[4][5]Pengarang modern mempunyai keanekaragaman selanjutnya yang dicirikan dari cinta romantis.[6]Bukan Film Koboi adat-istiadat juga sudah dicirikanvarian atau symbioses dari status ini.[7]Keaneka ragaman ini dari penggunaan dan arti mengombinasikan dengan kompleksitas dari rasa yang melibatkan bercinta tidak biasa sulit untuk secara konsisten mendefinisikan, dibandingkan ke kondisi emosi lain.
Mencintai di dalamnya berbagai bentuk menindaki sebagai satu utama facilitator darihubungan hubungan antar pribadidan, berhutang ke kepentingan psikologis pusat ini, adalah salah satu tema paling umum padaseni kreatif.[8]
Cinta mungkin dipahami sebagai satu fungsi untuk mempertahankan manusia bersama-sama melawan ancam dan kemudahkan lestarian jenis.[9]
Sabda "cinta" dapat punya berbagai dengan arti terkait tapi berbeda pada hubungan kalimat berbeda. Banyak bahasa lain mempergunakan beberapa perkataan untuk ekspres beberapa konsep berbeda Bahasa Inggris itu mempercayakan sebagian besar pada "cinta" ke encapsulate; satu contoh adalah orang banyak dariPerkataan yunani untuk "cinta."Perbedaan budayadi conceptualizing mencintai dengan demikian dua kali lipat menghalangi penetapan dari satu definisi universal.[10]
Walau sifat alami atauhakekatdari cinta adalah satu subyek dengan bahas berulang, aspek berbeda dari sabda dapat diperjelas dengan menentukan apabukancinta. Mencintai sebagai satu ekspresi umum dari perasaan positif (satu bentuk lebih kuat darisukai) biasanya dibandingkan denganbenci(atau netralapati); sebagai satu kurang seksual dan lagi secara emosional mengisyaratkan bentuk dari lampiran romantis, cinta biasanya dibandingkan dengansyahwat; dan sebagai satu hubungan hubungan antar pribadi dengan nada tambahan romantis, cinta sering menjadi membandingkan denganperkawanan, walau sabdacintaadalah sering berlaku bagi perkawanan damping.
Diskusikan Abstractlycintabiasanya tunjuk ke satu perasaan seseorang pengalaman untuk lain. Mencintai sering melibatkan mengemong atau mengidentifikasi dengan seseorang atau hal (cf.teori ketidak-kebalan dan kekhawatiran dari cinta), meliputi dirinya (cf.kecintaan pada diri sendiri). Sebagai tambahan terhadap perbedaan antar budaya di cinta pemahaman, ide sekitar cintai juga sudah berganti sangat besar waktu terlalu. Beberapa ahli sejarah menanggali konsepsi modern dari romantis suka pada dengan hormat Eropa selama atau setelahZaman Pertengahan, walau keberadaan utama dari lampiran romantis dibuktikan oleh pantun cinta masa lampau.[11]
Sifat alami kompleks dan abstrak dari cinta sering mengurangi bercakap-cakap dari suka pada satumemikirkan pengakhiran cliché. Beberapa umumpepatahpengaruhi cinta, dariVirgil"Cinta menaklukkan semua" untukBeatles' "Semua Kebutuhan Kamu Cinta".St. Thomas Aquinas, berikutAristotle, mendefinisikan cinta seperti "ke akan baik dengan lain."[12]Bertrand Russellmendeskripsikan cinta sebagai satu kondisi "nilai mutlak," sebagai ditentang kenilai relatif.[dibutuhkan kutipan]Ahli filsafatGottfried Leibnizdikatakan bahwa cinta adalah "untuk digembirakan oleh kebahagiaan dengan lain."[13]Ahli biologiJeremy Griffithmendefinisikan cinta seperti "selflessness tanpa syarat".[14]
Cinta sering menjadi dikenal sebagai satu "bahasa internasional" itu budaya pengesampingan dan ilmu bahasa pembagian.
Cinta bukan perseorangan
Seseorang dapat dikatakan untuk mencintai satu objek, prinsip, atau gol kemana mereka sangat berpendirian dan sangat besar menghargai. Antara lain, perluasan berbelas kasih dan pekerja tenaga sukarela "cinta" dari lantaran mereka mungkin kadang-kadang lahirkan tidak dengan cinta hubungan antar pribadi kecuali cinta bukan perseorangan,azas mengutamakan orang lain, dan batin kuat atau hukuman kenegaraan.[15]Orang-orang juga dapat "cinta" objek bahan, hewan, atau aktivitas kalau mereka menginvestasikan diri mereka sendiri di ikat atau hal sebaliknya identifikas dengan hal-hal itu. Kalau nafsu seksual dilibatkan, kemudian perasaan ini dipanggilparaphilia.[16]
Cinta hubungan antar pribadi
Cinta hubungan antar pribadi menunjuk cintai di antara manusia. Ini adalah satu lebih perasaan kuat dibandingkan satu sederhanakegemaranuntuk lain.Cinta tidak terbalastunjuk ke rasa itu dari cinta yang bukan dibalas. Cinta hubungan antar pribadi adalah paling lekat berasosiasi denganhubungan hubungan antar pribadi.[15]Cinta demikian mungkin berada di antara keluarga anggota, rekan, dan pasangkan. Di sana adalah sejumlah kekacauan psikologis berhubungan mencintai, seperti ituerotomania.
Pasangan dari Kekasih. 1480�� � 1485
Sepanjang riwayat,filsafatdanagamaberbuat spekulasi yang paling pada fenomena dari cinta. Pada abad terakhir, pengetahuan daripsikologitelah tulis sebagian besar pada pokok materi. Pada tahun terbaru, pengetahuan daripsikologi,antropologi,neuroscience, danbiologipunya ditambahkan ke pemahaman dari sifat alami dan fungsi dari cinta.
Model biologi dari cenderung jenis kelamin untuk melihat cinta sebagai satumammalianpenggerak, banyak sepertikelaparanatauberdahaga.[17]Nelayan Helen, satu pakar pimpinan pada topik dari cinta, bagi pengalaman dari cinta ke dalam tiga sebagian langkah tumpang-tindih: syahwat, atraksi, dan lampiran. Syahwat adalah perasaan dari keinginan seksual; atraksi romantis menentukan apa yang mitra mengawani tarik penemuan dan uberan, memelihara waktu dan daya dengan memilih; dan lampiran melibatkan berbagi satu situs awal, bea parental, pertahanan timbal balik, dan di manusia melibatkan rasa dari keselamatan dan jaminan sekuritas.[18]Tiga untaian neural berbeda, meliputi neurotransmitters, dan tiga pola tingkah laku, dihubungkan dengan ini tiga romantis corak mode.[18] Syahwatadalah keinginan seksual penuh kasih yang awal yang naik pangkatkawin, dan libatkan pelepasan ditingkatkan dari kimia sepertitestosteronedanestrogen. Akibat ini jarang bertahan lebih dari beberapa minggu atau bulan.Atraksiadalah lebih keinginan secara pribadi dan romantis untuk satu calon spesifik untuk kawin, kembangkan yang keluar syahwat seperti persetujuan yang mengikat ke bentuk jodoh perorangan. Pembahasan terbaru dineurosciencetelah menandai bahwa saat orang-orang jatuh cinta, otak secara konsisten melepaskan satu setelan tertentu dari kimia, termasukhormon neurotransmitter,dopamine,norepinephrine, danserotonin, senyawa yang sama dilepaskan olehamfitamin, merangsang otakpusat kesenangandan pemimpin ke akibat sampingan seperti meningkatkecepatan-angka hati, rugi dariseleradantidur, dan satuperasaan keras dari hebat. Penelitian telah menandai bahwa langkah ini umumnya bertahan dari sesuatu dan setengah ke tiga tahun.[19]
Sejak langkah syahwat dan atraksi adalah keduanya perkiraan nominal dipertimbangkan, sepertiga langkah diperlukan untuk bertanggungjawab hubungan jangka panjang.Lampiranadalahikatyang naik pangkat hubungan bertahan selama bertahun-tahun dan bahkan dasa warsa. Lampiran umumnya berlandaskan persetujuan yang mengikat sepertiperkawinandananak-anak, atau pada perkawanan timbal balik berlandaskan hal-hal menyukai daya tarik berbagi. Ini telah dihubungkan untuk tingkat yang lebih tinggi kimiaoxytocindanvasopressinke satu derajat lebih besar dibandingkan hubungan jangka pendek punya.[19]Enzo Emanueledan coworkers melaporkan molekul protein dikenal sebagaipertumbuhan faktor syaraf(NGF) punya pada taraf yang tinggi ketika orang-orang jatuh cinta pertama, tapi ini kembali ke taraf sebelumnya setelah satu tahun.[20]
Psikologi melukiskan cinta sebagai satu fenomena teori dan kemasyarakatan.Ahli jiwaRobert Sternbergdirumuskan satuteori bersegi tiga dari cintadan membantah cinta itu punya tiga komponen berbeda: keakraban, persetujuan yang mengikat, dan nafsu. Keakraban adalah suatu format dimana dua kepercayaan andil orang-orang dan berbagai rincian pribadi mereka lives, dan biasanya terlihat di hubungan asmara perkawanan dan romantis. Persetujuan yang mengikat, pada sisi lain, adalah harapan yang hubungan adalah permanen. Terakhir dan paling bentuk umum dari cinta adalah atraksi seksual dan nafsu. Cinta penuh kasih diperlihatkan di keadaan tergila-gila seperti halnya cinta romantis. Semua bentuk dari cinta dipandang sebagai membedakan kombinasi dari ini tiga komponen. Bukan cinta tidak meliputi apapun komponen ini. Menyukai hanya meliputi keakraban. Menjatuh hati cinta hanya meliputi nafsu. Mengosongkan cinta hanyalah liputi persetujuan yang mengikat. Cinta romantis meliputi keduanya keakraban dan nafsu. Companionate mencintai meliputi keakraban dan persetujuan yang mengikat. Cinta bodoh meliputi nafsu dan persetujuan yang mengikat. Akhirnya, cinta sempurna meliputi semua tiga.[21]Ahli jiwa amerikaZick Rubincari untuk definisikancintaolehpsychometricspada 1970s. Status pekerjaannya itu tiga faktor mendasari cinta: lampiran, kereta, dan keakraban.[22][23]
Mengikuti pembangunan pada teori elektrik sepertiHukumnya coulomb, yang showed bahwa positif dan muatan negatif tarik, analog di hidup manusia dikembangkan, seperti itu "tarik kebalikan." Berlalu abad terakhir, teliti pada sifat alami kawin manusia umumnya telah mendirikan ini tidak benar ketika ini datang ke karakter dan personality�� � cenderung orang-orang untuk seperti orang-orang serupa dengan diri mereka sendiri. Bagaimanapun, dalam beberapa daerah tidak biasa dan spesifik, seperti itusistem kebal, ini tampak manusia itu lebih suka lain-lain siapa tidak sama dengan mereka sendiri (misalnya., dengan satu sistem kebal orthogonal), sejak ini akan pimpin ke satu bayi yang punya terbaik dari berdua dunia.[24]Pada tahun terbaru, berbagaiikat manusiateori telah dikembangkan, dideskripsikan dalam kaitan dengan lampiran, ikat, surat pengikat, dan daya tarik. Beberapa Film Koboi otoritas memisahkan ke dalam dua komponen utama, rendah hati dan narcissistic. Pandangan ini diwakili pada pekerjaan dariScott Patuk, siapa bekerja pada bidang darimenerapkan psikologidieksplorasi definisi dari cinta dan jahat. Catukan memelihara bahwa cinta adalah satu kombinasi dari "prihatin untuk perkembangan rohani dengan lain," dan kecintaan pada diri sendiri sederhana.[25 ]Di kombinasi, cinta adalah satuaktivitas, tidak hanya satu perasaan.
Ahli jiwaErich Frommdipelihara pada bukunyaSeni dengan Penuh Kasihitu cinta sekadar satu perasaan kecuali juga aksi, dan yang sesungguhnya, "perasaan" dari cinta adalah dangkal di perbandingan ke persetujuan yang mengikatnya sesuatu untuk mencintai melalui satu rangkaian dengan aksi penuh kasih berlalu waktu.[15]Dalam hal ini, Dari ada bahwa cinta akhirnya tak satu pun perasaan pada semua, tapi agak adalah satu persetujuan yang mengikat ke, dan kesetiaan ke, mencintai aksi ke arah lain, dirinya, atau banyak orang lain, berlalu satu jangka waktu didukung.[15]Fromm juga cinta terurai sebagai satu pilihan sadar yang di dalamnya langkah awal mungkin berasal sebagai satu perasaan tanpa disengaja, tapi yang mana kemudian tidak lagi bergantung kepada rasa itu, tapi agak sesuaikan hanya pada persetujuan yang mengikat sadar.[15]
Basis evolusiner
Psikologi evolusinertelah mencoba sediakan berbagai alasan-alasan karena cinta sebagai satu alat survival. Manusia adalah bergantung pada parental menolong untuk satu bagian besar dari lifespans mereka membandingkan ke binatang menyusui lain. Cinta punya oleh karenanya telah dilihat sebagai satu mekanisme untuk meningkatkan dukungan parental dari anak-anak untuk periode waktu berkelanjutan ini. Faktor lain mungkin tersebutsecara seksual mengirimkan penyakitdapat sebabkan, antara akibat lain, selamanya dikurangikesuburan, cedera ke janin, dan tingkat kerumitan selamakelahiran bayi. Ini akan menyukai hubungan monogami berlalu poligami.[26]
Perbandingan dengan model ilmiah
Model biologi dari cenderung cinta untuk lihat ini sebagai satu mammalian pandu, serupa dengankelaparanatauberdahaga.[17]Psikologi melihat cinta sebagai lagi dari satu kemasyarakatan dan fenomena budaya. Pasti cinta dipengaruhi olehhormon(seperti ituoxytocin),neurotrophins(seperti ituNGF), danpheromones, dan bagaimana orang-orang berpikir dan menyikapi di dalam cinta dipengaruhi oleh konsepsi mereka dari cinta. Pandangan konvensional dibiologiadalah yang di situ adalah dua penggerak utama di dalam cinta:atraksi seksualdanlampiran. Lampiran di antara dewasa dikira untuk mengerjakan prinsip yang sama pimpinan itu satu bayi untuk menjadi terlampir ke ini asuh. Pandangan psikologis yang tradisional melihat cinta seperti adalah satu kombinasi daricompanionate cintadan cinta penuh kasih. Cinta penuh kasih adalah keinginan keras, dan adalah sering ditemani olehpenimbulan fisiologis(pemendekan dari nafas, kecepatan-angka hati cepat); cinta companionate adalah kasih sayang dan satu perasaan keakraban tidak ditemani oleh penimbulan fisiologis.
Yunanicirikanbeberapa rasa berbedadimana sabda "cinta" dipergunakan. Antara lain, Lampau yunani masa punya sabdaphilia,eros,terkesima,storge, danxenia. Bagaimanapun, dengan Yunani (seperti dengan banyak bahasa lain), ini menurut sejarah sulit ke terpisah arti dari perkataan ini secara total. Pada waktu yang sama, teks Lampau Yunani Masa dariKitab injilpunyakah contoh darikatakerjaagapomempunyai arti yang sama sepertiphileo. Terkesima(ἀγάπηagáp� �) berarticintadi Yunani jaman modern. Masas agapoberartiAku mencintai kamudi Yunani. Sabdaagapoadalah katakerjaAku cinta. Ini umumnya tunjuk ke satu "murni,"jenis idealdari cinta, rada dibandingkan atraksi fisik yang disarankan oleheros. Bagaimanapun, terdapat beberapa contoh dariterkesimadapat diartikan sama halnyaeros. Ini telah diterjemahkan seperti "cinta dari jiwa." Eros(ἔρωςérōs) (dari Dewata YunaniEros) adalah cinta penuh kasih, dengan keinginan sensual dan keinginan. Kata Yunanierotaberartidi dalam cinta.Platodisuling definisinya sendiri. Walau eros pada awalnya dirasakan untuk seseorang, dengan perenungan ini menjadi satu penghargaan dari kecantikan diantara orang itu, atau bahkan jadi penghargaan dari kecantikan sendiri. Eros menolong pengetahuan daya ingat jiwa dari kecantikan dan menyokong ke satu pemahaman batin kebenaran. Kekasih dan ahli filsafat adalah semua terinspirasi ke pencarian kebenaran oleh eros. Beberapa terjemahan mendaftarkan ini seperti "cinta dari tubuh." Philia(φιλίαphilía), satu cinta berbudi luhur yang tenang, adalah satu tertuju konsep dan dikembangkan olehAristotle.[dibutuhkan kutipan]Ini meliputi kesetiaan ke rekan, keluarga, dan komunitas, dan perlukan kebaikan, kesamaan, dan keakraban. Philia dimotivasi oleh alasan-alasan praktis; para pihak satu atau kedua bermanfaat bagi dari hubungan. Ini juga dapat berarti "cinta dari urus." Storge(στοργήstorg� �) adalah kasih sayang alami, sukai yang terasa induk untuk anak cucu. Xenia(ξενίαxenía), keramahtamahan, adalah satu sangat praktek penting diNegeri Yunani masa lampau. Ini adalah satu nyaris perkawanan ritualized membentuk di antara sejumlah besar dan tamunya, siapa yang dapat sebelumnya telah lebih asing. Penyelenggara yang memberi makan dan menyediakan triwulan untuk tamu, siapa mengharapkan bayar kembali hanya dengan kesyukuran. Kepentingan dari ini dapat dilihat sepanjangMitologi yunani—khususnya,HomerIliaddanPengembaraan.
Katolik masa lampau (Latin)
Bahasa latinpunya beberapa katakerja berbeda sesuai dengan kata Inggris "cinta."amōadalah katakerja dasar berartiAku cinta, dengan infinitiveamare(“ke love”) seperti statisnya berada di dalamItaliahari ini. Terpakai Yang Romawinya berdua pada satu rasa tersayang seperti halnya pada satu rasa romantis atau seksual. Dari katakerja ini datangamans—satu kekasih, amator, "kekasih profesional," sering dengan dugaan aksesori dari lechery�� � danamica, "pacar" pada rasa Inggris, sering diterapkan euphemistically ke satu mater. Kata benda sesuai adalahamor(arti dari masa ini untuk Orang-orang Roma persehat digambarkan pada fakta, itu nama dari Kota,Roma—di Latin:Roma—dapat dipandang sebagai satuanagramuntukamor, yaitu dipergunakan sebagai nama rahasia dari Kota pada bulatan lebar di era zaman purba),[27]yaitu dipergunakan pada bentuk jamak untuk menandai pengembaraan hubungan asmara atau seksual. Akar yang sama ini juga menghasilkanamicus— "rekan"—danamicitia, "perkawanan" (sering berdasar ke keuntungan timbal balik, dan sesuai kadang kala lagi lekat ke "kewajiban hutang" atau "pengaruh"). Cicero tulis satu risalah dipanggilPada Perkawanan(tidak Amicitia), diskusikan yang dugaan pada beberapa panjang. Ovid tulis satu pemandu untuk berkencan dipanggilArs Amatoria(Seni dari Cinta), yang alamat, sungguh-sungguh mendalam, segalanya dariurusan diluar perkawinanke induk overprotective.
Latin kadang kala penggunaanamāredimana Yang Bahasa Inggris akan hanya berkatauntuk sukai. Dugaan ini, bagaimanapun, adalah banyak lebih umum lagi terungkap di Latin olehplacereataudelectāre, yaitu pergunakan lagi secara berolok-olok, terpakai yang belakangan sering pada pantun cinta dariCatullus.Diligeresering punyai dugaan "yang tersayang untuk," "untuk banggakan," dan jarang kalau selalu dipergunakan untuk cinta romantis. Kata ini akan sesuai untuk mendeskripsikan perkawanan dari dua orang-orang. Kata benda sesuaidiligentia, bagaimanapun, punya arti dari "kerajinan" atau "kehati-hatian," dan punya sedikit ilmu semantik tumpang tindih dengan katakerja.Observareadalah satu sinonim untukdiligere; terlepas dari sekeluarga dengan Bahasa Inggris, katakerja ini dan ini menyesuaikan kata benda,observantia, sering tandakan "harga" atau "kasih sayang."Caritasdipergunakan di terjemahan Latin dari Kitab Injil Kristen untuk maksudkan "cinta amal"; arti ini, bagaimanapun, bukan ditemukan pada penyembah berhala KlasikDaftar pustaka romawi. Sepertinya bangun dari satu conflation dengan satu kata Yunani, ada tidak ada katakerja sesuai.
Cina dan budaya Sinic lain
"Kecerdasan buatan," tradisionalKarakter cinakarena cinta(愛) terdiri dari satuperasaan(心, pertengahan) di dalam "terima," "perasaan," atau "rasa," (受) perlihatkan yang satu emosi lemah gemulai. Ini juga dapat diinterpretasikan sebagai satu sesuatu kurban tangan perasaan ke tangan lain.
Dua tiang penyokong filosofis dari cinta berada pada adat-istiadat Cina, satu dariConfucianismyang ditekankan aksi dan bea sementara yang lain berasal dariMohismyang championed satu cinta universal. Satu konsep inti ke Confucianism adalahRen( "cinta baik hati", 仁), yang fokus dinas, aksi dan sikap pada satu hubungan agak dibandingkan cinta sendiri. Di Confucianism, satu cinta baik hati peraga dengan melaksanakan aksi seperti kealiman filial dari anak-anak, budi dari induk, kesetiaan ke raja dan sebagainya.
Konsep dariKecerdasan buatan(愛) dikembangkan oleh ahli filsafat CinaMozipada abad ke-4 BC di reaksi ke Confucianism cinta baik hati. Mozi mencoba untuk menggantikan apa dia mempertimbangkan lama Cina teramankan berlalu lampiran ke struktur keluarga dan kaum dengan konsep dari "cinta universal" (jiān ' ài, 兼愛). Di sini, dia membantah secara langsung melawan Confucians yang meyakini bahwa ini adalah alami dan benar untuk orang-orang pedulikan sekitar orang-orang berbeda pada derajat berbeda. Mozi, sebagai pembanding, meyakini orang-orang pada prinsipnya harus peduli bagi seluruh orang-orang dengan sama. Mohism menekan yang agak dibandingkan mengadopsi sikap berbeda ke arah orang-orang berbeda, cinta harus menjadi tanpa syarat dan menawarkan untuk semua orang tanpa hormat ke balasan, tidak ke rekan, keluarga dan hubungan Confucian lain. Kemudiannya diBudisme cina, masaKecerdasan buatan(愛) diadopsi untuk menunjuk ke satu kereta penuh kasih cinta dan adalah dipertimbangkan satu inti keinginan. Di Budisme,Kecerdasan buatandilihat sebagai mampu dari menjadi yang manapun egois atau tanpa pamrih, belakangan adalah satu kunci unsur ke arah penerangan.
Di Cina jaman ini,Kecerdasan buatan(愛) adalah sering terpakai sebagai padanan dari konsep Barat dari cinta.Kecerdasan buatandipergunakan sebagai berdua satu katakerja (misalnya.kecerdasan buatan wo ni我愛你, atau "Aku mencintai kamu") dan satu kata benda (seperti ituaiqing愛情, atau "cinta romantis"). Bagaimanapun, sehubungan dengan pengaruh dari ConfucianRen, frasa kecerdasan buatan ‘Wo ni’ (Aku mencintai kamu) membawa dengan satu sangat rasa spesifik dari tanggungjawab, persetujuan yang mengikat dan kesetiaan. Dari pada sering berkata "Aku mencintai kamu" seperti di beberapa Film Koboi masyarakat, Cina jadilah lebih mungkin ke rasa ekspresi dari kasih sayang pada satu cara peristiwa kebetulan lagi. Alhasil, "Aku menyukai kamu" (Wo xihuan ni, 我喜欢你) adalah satu cara umum lagi untuk mengekspresikan kasih sayang di Cina; ini jadilah lebih suka melucu dan kurang serius.[28]Ini juga benar di Jepang(suki da, 好きだ). Cina juga lebih mungkin ke perkataan "Aku mencintai kamu" di Bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain dibandingkan mereka akan pada bahasa ibu mereka.
Persia
Rumi,HafizdanSa ' diapakah ikon dari nafsu dan cinta yangBudaya persiadan hadiah bahasa. Kata Persia karena cinta adalaheshgh,[dibutuhkan kutipan]diperoleh dari Arabishq, bagaimanapun dipertimbangkan oleh paling juga satu masa pendukung setia partai untuk cinta hubungan antar pribadi dan jadilah lebih biasanya diganti untuk ' doost dashtan '('kegemaran ').[dibutuhkan kutipan]Pada budaya Persia, segalanya diliputi oleh cinta dan semua adalah karena cinta, mengawali dari mencintai rekan dan keluarga, berhemat dan isteri, dan padahal menjangkau cinta ramal yang adalah gol terakhir dalam hidup.[dibutuhkan kutipan]Berlalu tujuh abad berselang, Sa ' di tulis:
Anak-anak dari Adam adalah otot dari tubuh sesuatu Mempunyai telah diciptakan dari hakekat sesuatu. Ketika bencana dari waktu menyedihkan satu otot Otot yang lain tidak dapat tersisa pada posisi diam. Kalau kamu tidak punya simpati untuk ganggu dari orang lain Kamu tidak pantas dipanggil dengan nama "orang".
DiBudisme jepang,kecerdasan buatan(愛) adalah kereta penuh kasih cinta, dan satu inti keinginan. Ini dapat mengembangkan ke arah yang manapun egoisme atau selflessness dan penerangan.Amae(甘え), satu arti kata Jepang "ketergantungan terlalu memberi hati," menjadi bagian dari pembesaran anakbudaya dari Jepang. Ibu jepang diharapkan untuk memeluk dan memanjakan anak-anak mereka, dan anak-anak diharapkan untuk memberi penghargaan ibu mereka dengan melekat dan melayani. Beberapaahli sosiologitelah menyarankan bahwa interaksi kemasyarakatan Jepang pada hidup kemudian adalah berbentuk model pada anak ibu amae.
Turki (Dukun sihir dan Islam)
DiTurki, sabda "cinta" sampai pada beberapa arti. Seseorang dapat cinta satu Tuhan, seseorang, induk, atau keluarga. Tapi orang itu dapat "cinta" saja orang istimewa sesuatu, yang mereka memanggil sabda "aşk."Aşkadalah satu perasaan untukuntuk cintai,atau menjadi "di dalam cinta" (Aşık), seperti statisnya berada di dalam hari ini Turki. Orang Turki Yang mempergunakan kata ini baru untuk cinta mereka pada satu rasa romantis atau seksual. Kalau satu perkataan Orang Turki yang dia sedang jatuh cinta (Aşık) dengan seseorang, ini adalah tak satu pun cinta seseorang itu dapat merasakan untuknya atau induknya; ini baru untuk seseorang, dan ini menandai satu keadaan tergila-gila sangat besar. Sabda juga umum untukBahasa Turkic, seperti ituAzerbaijani(eşq) danKazakh(ғашық).
Pemahaman Kristen adalah cinta itu berasal dari Tuhan. Cinta dari orang dan woman�� �erosdi Greek�� � dan cinta tak egois dari orang lain(terkesima), adalah sering dibandingkan sebagai "penaikan" dan "penurun" cinta, berturut-turut, tapi akhirnya hal yang sama.[29]
Ada beberapa perkataan Yunani untuk "cinta" itu secara teratur menunjuk untuk di bulatan Kristen.
Terkesima: PadaBuku perjanjian baru,agap� �adalah amal, tanpa pamrih, rendah hati, dan tanpa syarat. Ini adalah parental cinta, melihat sebagai penciptaan kebaikannya di dunia; ini adalah jalannyaTuhannampak oleh kemanusiaan cinta, dan ini dilihat sebagai semacam cinta Kristen itu bercita-cita mempunyai untuk satu sama lain.
Phileo: Juga terpakai pada Buku Perjanjian Baru,phileoadalah satu tanggapan manusia untuk apapun yang ditemukan senangkan. Juga dikenal sebagai "dermawan."
Kristenyakini itu keCintai Tuhan dengan sepenuh perasaanmu, urus, dan kekuatandanCintamutetanggaseperti sendiriadalah kedua-duanya paling penting hal-hal dalam hidup (perintah terbesardari YahudiTorah, sesuai denganYesus; cf.Injil dari Tandabab 12, buat sajak 28�� � 34).Anggap sebagai orang suci Augustinediringkas ini ketika dia tulis"Cintai Tuhan, dan lakukan saat kau merana."
Cinta suci Lawan Cinta Cemar(1602�� � 03) olehGiovanni Baglione. Dimaksud sebagai satu gempuran pada musuh dibencinya artisCaravaggio, pertunjukan ini satu anak laki-laki (mengisyaratkan di homoseksualitasnya Caravaggio) pada sesuatu pihak, satu setan dengan rupanya Caravaggio pada yang lain, dan di antara satu malaikat mewakili murni, memaksudkan bukan erotis, cinta.
Paul Rasulmemuliakan cinta sebagai paling penting kebaikan dari semua. Mendeskripsikan cinta pada puisi terkenal di1 Corinthians, dia tulis, "Cinta adalah sabar, cinta adalah baik hati. Ini tidak merasa iri, ini tidak sesumbar, ini tidak bangga. Ini tidak tidak sopan, ini bukan pementingan diri sendiri, ini tidak mudah marah, biaya hidup ini tidak ada rekaman dari tidak benar. Cintai tidak menggembirakan di jahat tapi menyenangkan dengan benar. Ini selalu melindungi, selalu mengandalkan, selalu berharap, dan selalu bergigih." (1 Cor.13:4�� � 7,NIV)
John Rasulditulis,"Untuk Tuhan sehingga dunia disayangi yang dia berikannya satu-satunya Anak Lelaki, itu yang mempercayai dia tidak boleh membinasa kecuali punyai hidup abadi. Untuk Tuhan tidak mengirimkan Anak Lelakinya ke dalam dunia untuk menghukum dunia, tapi untuk menabung dunia melalui dia."(John3:16�� � 17, NIV) John juga menulis,"Yang terhormat rekan, biar kita mencintai satu sama lain karena cinta berasal dari Tuhan. Semua orang yang mencintai lahirkan dari Tuhan dan mengetahui Tuhan. Siapapun mencintai tidak mengetahui Tuhan, karena Tuhan cinta."(1 John4:7�� � 8, NIV)
Orang suci Augustine mengatakan itu satu harus mampu untuk menerjemahkan perbedaan di antara cinta dan syahwat. Syahwat, sesuai dengan Orang Suci Augustine, adalah satu overindulgence, tapi untuk mencintai dan menjadi disayangi adalah apa yang dia telah mencari hidup seluruhnya. Dia bahkan berkata,“Aku sedang jatuh cinta dengan love.”Akhirnya, dia menjatuh cinta dan dicintai belakang, oleh Tuhan. Orang suci Augustine mengatakan satu-satunya yang dapat mencintai kamu sungguh-sungguh dan sepenuhnya adalah Tuhan, karena cinta dengan satu manusia hanyalah mempertimbangkan kekurangan seperti“kecemburuan, kecurigaan, ketakutan, marah, dan contention.”Sesuai dengan Orang Suci Augustine, untuk mencintai Tuhan adalah“untuk mencapai damai yang yours.”(Anggap sebagai orang suci Pengakuannya Augustine)
Kristenahli ilmu agamalihat Tuhan sebagai sumber dari cinta, yaitu dicerminkan di manusia dan hubungan penuh kasih mereka sendiri. Ahli ilmu agama Kristen berpengaruhC.S. Lewisditulis satu buku dipanggilEmpat Cinta.Jejaka tua yang baru nikah XVIditulisnya pertamasurat dari paus kepada uskuppada"Tuhan cinta". Dia mengatakan bahwa satu manusia, diciptakan pada image dari Tuhan, siapa cinta, mampu untuk cinta praktek; untuk memberikan sendiri ke Tuhan dan orang lain(terkesima) dan dengan dahan gelap dan mengalami cintanya Tuhan di perenungan (eros). Hidup ini dari cinta, menyetujui ke dia, adalah hidup dari orang suci sepertiTeresa dari CalcuttadanMary gadis memberkatidan adalah Kristen arah mengambil ketika mereka meyakini bahwa Tuhan mencintai mereka.[29]
Di Kekristenan definisi praktis dari cinta adalah terbaik diringkas olehSt. Thomas Aquinas, siapa didefinisikan cinta seperti "ke akan baik dengan lain," atau untuk menginginkan untuk lain untuk suksesi.[12]Ini adalah keterangan dari kebutuhan Kristen untuk mencintai lain-lain, meliputi musuh mereka. Saat Thomas Aquinas jelaskan, Cinta kristen dimotivasi oleh kebutuhan untuk orang lain lihat menyuksesi dalam hidup, yang orang-orang baik.
Yudaisme
DiIbrani,Ahavaadalah paling umum masa terpakai untuk berdua cinta hubungan antar pribadi dan cinta di antara Tuhan dan ciptaannya Tuhan.Chesed, sering menerjemahkan sepertimencintai budi, adalah dipergunakan untuk deskripsikan banyak bentuk dari cinta di antara manusia.
Perintah untuk mencintai orang lain mengalahTorah, yang status, "Cintaimu seperti yang tetangga sendiri" (Imamat19:18). Perintahnya Torah untuk cintaiTuhan"dengan sepenuh perasaanmu, dengan sepenuh jiwamu dan dengan sepenuhmu mungkin" (Ulangan6:5 ) diambil olehMishnah(satu teks pusat dari Yahudihukum lisan) untuk menunjuk ke kebajikan, kemauan untuk mengorbankan hidupnya sesuatu agak dibandingkan melakukan pelanggaran serius yang tertentu, kemauan untuk mengorbankan semua pemilikannya sesuatu, dan menjadi berterima kasih ke kesusahan walaupun Raja (tractate Berachoth 9:5 ).Daftar pustaka Rabbinicmembedakan seperti ke bagaimana cinta ini dapat dikembangkan, misalnya, dengan merenungkan kebaktian afal atau menyaksikan heran dari sifat alami. Seperti karena cinta di antara mitra bersifat perkawinan, ini dianggap satu ramuan penting ke hidup: "Lihat hidup dengan istri kamu cinta" (Kitab perjanjian lama9:9 ). Buku tentang kitab injilLagu dari Solomondipertimbangkan satu secara romantis mengungkapkan kiasan dari cinta di antaraTuhandan orang-orangnya, tapi di dalamnya dataran membaca, membaca satu lagu cinta seperti. Abad ke-20RabbiEliyahu Eliezer Desslersering dikutip saat gambar cinta dari titik Yahudi dari pandang sebagai "memberikan tanpa mengharapkan untuk ambil" (darinyaMichtav Eliyahu aku, Vol. -- 1 ).
Agama Islam
Cinta meliputi pandangan Islam dari hidup sebagai persaudaraan universal yang berlaku terhadap semuanya yang menggenggam iman. Diantaranya 99 sebut dari Tuhan(Allah), ada namaAl Wadud, atau "Sesuatu Penuh Kasih," yaitu ditemukan di Surah[Quran--11:90]seperti halnya Surah[Quran--85:14]. Tuhan juga acuan pada awal tiap-tiap bab pada Qur ' satu sepertiAr RahmandanAr Rahim, atau "Paling Uang Duka" dan "Paling Bermurah Hati", menandai orang yang tak masuk hitungan itu jadilah lebih penuh kasih, berbelas kasih dan baik hati dibandingkan Tuhan. Qur ' satu menunjuk ke Tuhan seperti menjadi "penuh dengan budi penuh kasih."
Qur ' satu mendesak yang percaya Orang Islam untuk memperlakukan semua orang-orang, yang belum menganiaya mereka, denganbirratau "budi dalam" seperti dinyatakan di Surah[Quran--6:8 - 9].Birrdipergunakan oleh Qur ' satu di dalam mendeskripsikan cinta dan budi anak-anak itu harus perlihatkan untuk induk mereka. Ishq, atau ramalkan cinta, adalah penekanan dariSufismpada adat-istiadat Islam. Praktisi dari Sufism meyakini bahwa cinta adalah satu proyeksi dari hakekat dari Tuhan ke alam raya. Tuhan menginginkan kenali kecantikan, dan seperti kalau satu melihat kepada satu cermin untuk lihat dirinya, Tuhan "tampilan" di sendiri pada dinamika dari sifat alami. Sejak segalanya adalah satu pemantulan dari Tuhan, sekolah dari Sufism berlatih melihat kecantikan di dalam kelihatannya buruk. Sufism adalah sering dikenal sebagai agama dari cinta.[dibutuhkan kutipan]Tuhan di Sufism ditunjuk untuk di tiga kondisi utama, yaitu Kekasih, Dicintai, dan Manis, dengan terakhir dari kondisi ini adalah sering dilihat di pantun Sufi. Satu sudut pandang umum dari Sufism adalah itu melalui cinta, humankind dapat kembali lagi kepada kemurnian yang tidak bisa dipisahkan ini dan keanggunan. Orang suci dari Sufism adalah bernama buruk untuk menjadi "diminum" sehubungan dengan cinta mereka dari Tuhan; karenanya, referensi tetap untuk meminum anggur di pantun Sufi dan musik.[30]
Aliran iman sebelah timur
Budisme
DiBudisme,Kāmaadalah perasa, hubungan seksual. Ini adalah satu rintangan pada alur kepenerangan, sejak ini adalah egois.Karuṇāapakah belas dan batas kasihan, kurangi yang derita dari orang lain. Ini komplementer ke kebijaksanaan dan adalah penting bagi penerangan.Adveṣadanmettāadalah cinta baik hati. Cinta ini adalah tanpa syarat dan memerlukan penerimaan diri pantas dipertimbangkan. Ini adalah sangat berbeda dari cinta biasa, yaitu biasanya lampiran kesana-sini dan jenis kelamin dan yang mana jarang terjadi tanpa kepentingan diri. Sebagai ganti, di Budisme ini menunjuk ke detasemen dan daya tarik tak egois di pihak lain kesejahteraan. Bodhisattvaideal di Budisme Mahayana melibatkan penolakan lengkap dari dirinya agar menanggung beban dari satu dunia derita. Motivasi paling kuat satu agar telah mengambil alur dari Bodhisattva adalah ide dari keselamatan pada tak egois, cinta rendah hati bagi seluruh mahluk dpt melihat.
DiAgama Hindu,kāmaadalah nyaman, hubungan seksual, diwujudkan oleh TuhanKamadeva. Bagi kebanyakan Hindu sekolahkan, ini adalah akhir ketiga(Kama) dalam hidup. Kamadeva adalah sering pemegangan gambar satu tundukan daritebudan satu panah bunga; dia mungkin mengendarai pada saat satu burung kakak tua hebat. Dia biasanya ditemani oleh bergaulnyaRatidan rekannya Vasanta, raja dari musim bersemi. Lempar image dari Kamadeva dan Rati dapat dilihat pada ambang pintu candi Chennakeshava di Belur, diKarnataka,India.Maaraadalah nama lain untukkāma.
Berbeda dengankāma,prema-- – atauprem-- – tunjuk untuk mengangkat cinta.Karunaapakah belas dan batas kasihan, dorong yang satu untuk menolong mengurangi derita dari orang lain.Bhaktiadalah satuBahasa sansekertamasa, arti "mencintai pengabdian ke Tuhan tertinggi." Seseorang yang praktekkanbhaktidipanggil satubhakta. Penulis hindu, ahli ilmu agama, dan yang ahli filsafat telah mencirikan sembilan bentuk daribhakti, yangkah dapat ditemukan padaBhagavata Puranadan pekerjaan olehTulsidas. Pekerjaan filosofisNarada Bhakti Sutras, ditulis oleh satu pengarang tidak diketahui (dikiraNarada), cirikan sebelas bentuk cinta.
Pada aliran agama Vaishnava tertentu diantara Agama Hindu, mencapai unaldulterated, cinta tanpa syarat dan terus menerus untuk Kedewaan dipertimbangkan gol terkemuka dari hidup. Gaudiya Vaishnavas yang memuja Krishna sebagai Kepribadian Tertinggi dari Kedewaan dan penyebab semua lantaran mempertimbangkan Cinta untuk Kedewaan (Prema) untuk menindak dalam dua cara: sambhoga dan vipralambha (perserikatan dan pemisahan)—dua kebalikan.[31]
Pada kondisi pemisahan, ada satu rindu akut untuk bersama terkasih dan pada kondisi perserikatan di situ adalah kebahagiaan tertinggi dan nectarean. Gaudiya Vaishnavas mempertimbangkan bahwa Krishna Prema (Cintai untuk Kedewaan) bukankah api kecuali yang ini masih luka bakar jauh materinya sesuatu inginkan. Mereka mempertimbangkan bahwa Kṛṣṇa prema adalah tak satu pun senjata, tapi ini masih tindik perasaan. Ini bukan air, tapi ini menghanyutkan everything�� � bangganya sesuatu, ketentuan religius, dan perasaan malunya sesuatu. Krishna prema dipertimbangkan untuk membuat satu banjiri pada lautan dengan perasaan sangat gembira transendental dan kesenangan. Cinta dari Radha, satu anak perempuan gembala sapi di padang2, untuk Krishna adalah sering dikutip sebagai contoh tertinggi dari cinta untuk Kedewaan oleh Gaudiya Vaishnavas. Radha dipertimbangkan potensi internal dari Krishna, dan adalah kekasih tertinggi dari Kedewaan. Contoh dia dari cinta dipertimbangkan berada di luar pemahaman dari dunia materi saat ini melebihi apapun bentuk dengan cinta egois atau syahwat yang tampak pada dunia bahan. Cinta timbal balik di antara Radha (kekasih tertinggi) dan Krishna (Tuhan sebagai Amat Cinta) apakah pokok materi dari banyak gubahan puitis di India sepertiGita Govindadan Hari Bhakti Shuddhodhaya.
Pada adat-istiadat Bhakti diantara Agama Hindu, ini adalah yakini bahwa pelaksanaan dengan jasa bersifat kebaktian ke Tuhan memimpin ke pembangunan dari Cinta untuk Tuhan (taiche bhakti phale krsne prema upajaya), dan seperti cinta untuk Tuhan bertambah pada perasaan, sesuatu lagi menjadi bebas dari pencemaran materi (krishna prema asvada haile, bhava nasa paya). Dengan sempurna di dalam cinta dengan Tuhan atau Krishna membuat satu dengan sempurna bebas dari pencemaran materi. dan ini adalah cara terakhir dari keselamatan atau pembebasan. Di adat-istiadat ini, keselamatan atau pembebasan dipertimbangkan lebih rendah untuk cintai, dan hanya satu hasil sampingan secara kebetulan. Diserap di dalam cinta untuk Tuhan dipertimbangkan kesempurnaan dari hidup.[32]
Masaseks bebastelah dipergunakan[33]untuk mendeskripsikan satupergerakan sosialitu tolakanperkawinan, yaitu melihat sebagai suatu format dari perbudakan kemasyarakatan. Seks Bebas movement’s mengawali gol adalah untuk memisahkan status dari hal seksual seperti perkawinan,pembatasan kelahiran, danperzinahan. Ini mengakui bahwa emisi demikian adalah keprihatinan dari orang-orang terbelit, dan tidak ada yang lain.[34]
Banyak orang-orang pada awal abad ke-19 meyakini bahwa perkawinan adalah satu aspek penting dari hidup ke "penuhi kebahagiaan manusia jasmani." Kelas menengah Orang Amerika inginkan rumah satu tempat kemantapan pada satu dunia tidak-pasti. Mentalitas ini ciptakan satu penampakan dari betul-betul kelamin peran jenis terdefinisi, yang ditimbulkan kemajuan dari gerakan seks bebas sebagai satu kontras.[35]
Masa"radikal jenis kelamin" dipergunakan interchangeably dengan masa "kekasih gratis", dan adalah masa disukai oleh penganjuran karena akibat arti tambahan negatif dari "seks bebas".[dibutuhkan kutipan]Oleh apapun sebutkan, advokat punya dua kepercayaan kuat: oposisi ke ide dengan aktivitas seksual kuat pada satu hubungan dan pembelaan untuk satu wanita untuk mempergunakan tubuh dia bagaimanapun juga yang dia berkenan.[36]Ini juga kepercayaan dariFeminisme.
Filsafat dari cinta adalah bidang darifilsafat sosialdanetikaitu coba kejelaskansifat alami cinta. Investigasi filosofis dari cinta meliputi tugas dengan pembeda di antara macam-macam berbagai cinta pribadi, meminta kalau dan bagaimana cinta atau dapat dibenarkan, meminta apanilaidari cinta adalah, dan apa yang dampak mencintai punyai padaotonomidari keduanya kekasih dan terkasih.
Banyak teori berbeda mencoba kejelaskansifat alami dan fungsi dari cinta. Menjelaskan suka pada satu orang hipotetis yang punya tidak sendiri atau sendiri cinta berpengalaman atau dicintai akan sangat sulit sebab untuk cinta seseorang demikian akan terlihat seperti sangat asing kalau tidak perilaku samasekali palsu tidak logis. Antara jenis berlaku dari teori coba itu untuk liput keberadaan dari cinta adalah:psikologisteori, mayoritas luas dari yang mempertimbangkan suka pada menjadi sangat perilaku sehat;teori evolusineryang pegangan cinta itu menjadi bagian dari proses daripemilihan alami;teori rohaniyang yang mungkin, sebagai contoh pertimbangkan suka pada menjadi satu hadiah dari Tuhan; dan teori yang mempertimbangkan suka pada menjadi satu tidak kegaiban yang dapat dijelaskan, sangat mirip dengan satupengalaman kebatinan.
Dompak atas^Stendhal, pada bukunyaPada Cinta(Paris, 1822), dicirikan cinta jasmani, cinta penuh kasih, satu semacam cinta tidak dilakukan yang dia memanggil "rasakan cinta", dan cinta dari kesombongan.Denis tidak Rougemontpada bukunyaCinta pada Dunia Bagian Baratdilacak cerita dengan cinta penuh kasih(l ' nafsu amor) dari ini dengan hormat ke bentuk romantis ini.Péret Benjamin, pada pengantar untuknyaAntologi dengan Cinta Mahamulia(Paris, 1956), selanjutnya dicirikan "cinta mahamulia", satu status dengan terealisir idealisation barangkali equatable dengan bentuk romantis dengan cinta penuh kasih.
Dompak atas^Pedoman dengan Psikologi Evolusiner, teredit oleh Daud M. Cium, John Wiley & Anak Lelaki, Inc., 2005. Bab 14, Persetujuan yang mengikat, Cinta, dan Awani retensi oleh Lorne Campbell dan Bruce J. Ellis.
Dompak atas^Thomas Zulauf Köves, Merahi und Schweigen, Munich, 1972.
Dompak atas^PedomandariKomunitas Oneidaakui untuk mempunyai coined masa di sekitar 1850, dan ratap bahwa penggunaan ini disesuaikan olehsosialisuntuk menyerang perkawinan, satu institusi yang mereka merasakan perempuan terproteksi dan anak-anak dari penundaan
Dompak atas^McElroy, Wendy. "Gerakan Seks Bebas dan Individualisme Radikal." Perusahaan Libertarian .19 (1996): 1.
Dompak atas^Spurlock, John C.Perkawinan seks bebas dan Radikalisme Kelas Menengah di Amerika. New york, NY: New york TAIKI, 1988.
Dompak atas^Passet, Joanne E. Radikal Jenis Kelamin dan Cari Perempuan Kesamaan. Chicago,IL: U Illinois p, 2003.
Sumber
Chadwick, Henry (1998).Anggap sebagai orang suci Pengakuan Augustine. Sepatu tumit rendah: Tekan tumit rendah universitas sepatu.ISBN--MEMASUKI - 19 - 283372 - 3.--
Kierkegaard, Søren (2009).Pekerjaan dari Cinta. York kota besar new: Tumbuhan Tetap Hijau Modern Harper Klasik.ISBN--978 - MEMASUKI - 06 - 171327 - 9.--
Oord, Burung Jay Thomas (2010).Mendefinisikan Cinta: Satu Filosofis, Ilmiah, dan Perikatan Yang Mengenai Agama. Cepat agung, MI: Brazos.ISBN--978 - 1 - 58743257 - 6.--
Pelantun, Irving (1966).Sifat alami Cinta. (pada tiga volume) (v. 1 mencetak kembali dan nanti volume dari universitas dari Chicago Tekan, 1984 ed.). Rumah acak.ISBN--MEMASUKI - 226 - 76094 - 4.--
Sternberg, R.J. (1987). "Menyukai lawan penuh kasih: Satu evaluasi komparatip dari teori".Buletin psikologis102(3 ): 331�� � 345.doi:10. 1037 / 0033 - 2909. 102.3. 331.--
Tennov, Dorothy (1979).Cinta dan Limerence: Pengalaman dari Sedang Jatuh Cinta. New york: Mangkok bir dan Hari.ISBN--MEMASUKI - 8128 - 6134 - 5.--
Kayu Samuel E., Kayu Ellen dan Denise Boyd (2005).Dunia dari Psikologi(ed. ke-5). Pendidikan Pearson. pp. -- 402�� � 403.ISBN--MEMASUKI - 205 - 35868 - 3.--