Mieno Mabolu KUNE

kasdinmabolu.blogspot.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, September 11, 2014

UNIVERSITAS HALU OLEO

Oleh. Kasdin


Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Kendari lahir bersamaan dengan diresmikannya Universitas Haluoleo Kendari tanggal 19 Agustus 1981, sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 37 Tahun 1981. Fakultas Ekonomi merupakan salah satu dari empat Fakultas yang tergabung dalam Universitas Haluoleo.
Pada mulanya Universitas Haluoleo Negeri adalah embrio dari Universitas Haluoleo Swasta yang dikelola oleh YP3T sesuai Akte Notaris Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tenggara No. 15 tanggal 1 Juni 1964. Pada Keputusan Koordinator Kopertis Wilayah VII No. 7/KPT/UN/74 tanggal 2 Desember 1974 di Ujung Pandang.
Dalam perkembangan selanjutnya Panitia Pendiri Universitas Haluoleo mempertimbangkan secara layak membuka 2 Jurusan yaitu : (1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan (2) Jurusan Ketatalaksanaan Perusahaan. Kemudian dalam konsorsium ilmu-ilmu ekonomi di Denpasar Bali pada bulan Desember 1981disepakati kedua jurusan tersebut berubah menjadi : (1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan (2) Jurusan Manajemen. Perubahan nama jurusan ini dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0576/Q/1983 tanggal 8 Deseber 1983.
Pada Tahun Akademik 1996 dibuka Program Studi Akuntansi yang bernaung dibawah Jurusan Manajemen sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 31/DIKTI/Kep/1996. Berdasarkan Surat Rektor No. 94/SK/J29/KP/1994, Program Studi Akuntansi ditingkatkan statusnya menjadi Jurusan Akuntansi. Dengan demikian Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo hingga Tahun 2008 telah memiliki 3 (tiga) jurusan yakni : (1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, (2) Jurusan Manajemen, dan (3) Jurusan Akuntansi.
Sejak Tahun Akademik 1994/1995 dibuka program Ekstensi yang terdiri : (1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan (2) Jurusan Manajemen berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 49/SK/42.H/Q/1994, selanjutnya diikuti oleh Surat Keputusan Dikti No. 425/DIKTI/Kep/1996.
Pada awal berdirinya, Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo memiliki 5 orang dosen yang terdiri dari 4 orang dosen kopertis yang dipekerjakan pada Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo swasta waktu itu yakni :
1. Hasan Aedy, SE (sekarang H. Hasan Aedy, SE., MS). Beberapa jabatan lain yang pernah disandangnya adalah :
- PD I Fakultas Ekonomi Periode 1991-1994
- Sekretaris Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Periode 1982 – 1984
- Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Periode 1984-1987
- Pls Dekan Fakultas Ekonomi periode Agustus 1994-1997 menggantikan pejabat Dekan H. Patongai Syamsuddin, SE., MS yang wafat).
2. Petrus mangera, SE., (sekarang Petrus Mangera, SE. MS.alm, wafat pada bulan Juli 2007 di makassar). Jabatan lain yang pernah di sandangnya adalah Pls PD III Periode 1981-1982, periode 1982-1983, dan periode 1983-1986).
3. Muh. Jusuf Abadi, SE., (sekarang Prof. Dr. H. Muh. Jusuf Abadi, SE. MS.,
manjabat direktur pascasarjana Universitas Haluoleo periode 2007-2011).
Beberapa jabatan lain yang pernah di sandangnya adalah:
Pls PD II Periode 1981-1982,
Pls PD I Periode 1982-1983, Periode 1983-1986, Periode 1987-31 maret 1987
Dekan Periode 1, Tahun 1997-2000 dan pada Periode 2, Tahun 2000-2004.
PR IV Universitas Haluoleo periode 2004-2008.
4. Abdul Halik, SE., (pindah ke Kopertis Wilayah IX di Ujung Pandang sejak Tahun
1982). Jabatan yang pernah di sandang adalah Pls PD I Periode 1981-1982),
5. Bartho Rande, SE. Beberapa jabatan yang pernah di sandangnya adalah:
- Pls PD II Periode 1982-1983
- Sekertaris Jurusan Manajemen Periode 1982-1984
- Pls PD II Periode 1983-1986
- Pls PD II Periode 1987-1990
Pada tahun 1982/1983 dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo bertambah 5 orang sehingga jumlahnya menjadi 10 orang yaitu;
1. Usman D. Masikki, SE., (sekarang Prof. H. Usman D. Masikki, SE).
- Dosen senior dari Fakultas EkonomiUniversitas Sam Ratulangi Manado
- Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Periode 1982-1983.
- Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Periode 1983-1986 dan Periode 1987-1990.
- Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Periode 1991-1994
- Ketua Lembaga Penelitian Universitas Haluoleo Periode 1994-1999 dan Periode 1997-2001.
2. Halim, SE., (sekarang H. Halim, SE. MS)
- Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Periode 2004-2008
- Pls PD III Periode 1987-Juni 1988
- Pls PD I periode 1986-1987
- Ketua Program Studi Manajemen Periode 1991-1994
- Ketua Jurusan Manajemen 1994-1997
- PD I Periode 1997-2000 dan Periode 2000-2004).
3. Christian Rimporok, SE., (sekarang Christian Rimporok, SE. M.Si).
- Sekertaris Jurusan Manajemen Periode 1984-1987 dan Periode 1987-1990
- Ketua Program Studi Akutansi periode 1997-2000 dan periode 2001-2005.
4. H. Patongai Syamsuddin, SE. (sekarang H. Patongai Syamsuddin, SE. MS.alm).
- Pindahan dari Kanwil Departemen Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara.
- Ketua Jurusan Manajemen Periode 1984-1987 dan periode 1987-1990)
- Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Periode 1991-1994 dan Periode 1994-1997, pada periode kedua ini, beliau wafat pada tanggal 1 Agustus 1994, sehingga digantikan oleh Hasan Aedy, SE. MS., sebagai Pls Dekan.
5. Mustafa Syarief, SE (sekarang H. Mustafa Syarief . SE. MS)
- Pindahan dari kanwil Departemen Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara.
- Pls PD I Periode 31 Maret 1987-1990
- Ketua Jurusan Manajemen Periode 1991-1994.
Pada Tahun 1990 jumlah dosen Fakultas Ekonomi telah meningkat meningkat menjadi 52 orang yang terdiri dari; 27 dosen Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan 25 dosen Jurusan Manajemen dan pada Tahun 1995 dengan telah terbukanya Program Studi Akutansi, maka jumlah dosen meningkat menjadi sebanyak 70 dosen yang terdiri dari; 33 dosen jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, dan 33 dosen jurusan Manajemen dan 4 dosen jurusan Akuntansi.
Pada Tahun 2008 jumlah dosen telah meningkat menjadi 106 orang yang terdiri dari; 42 dosen Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, 45 dosen Jurusan Manajemen, serta 19 dosen Jurusan Akuntansi sehingga jumlah keseluruhan menjadi 109 orang.

Friday, June 6, 2014

TATIB KMMB 2014/2015


PANITIA PELAKSANA
MUSYAWARAH KESATUAN MAHASISWA MABOLU (KMMB)
PERIODE 2012-2013
Sekretariat: Jln. HEA Mokodompi,t Lrng Kawat Kampus Baru Unhalu
RANCANGAN TATA TERTIB MUSYAWARAH III KMMB
BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT
Pasal 1.  Nama
Kegiatan ini bernama musyawarah III Kesatuan Mahasiswa Mabolu (yang selanjutnya disebut KMMB).
Pasal 2. Waktu
1.       Musyawarah ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 April 2012
2.       Musyawarah ini di laksanakan digedung faperta B7
BAB II
TUGAS DAN WEWENANG
Pasal 3
Tugas dan wewenang musyawarah III KMMB adalah :
1.       Menetapkan hasil-hasil sidang komisi
a.       Komisi AD/ART
b.      Komisi rekomendasi
c.       Komisi program kerja (GBHK)
2.       Memilih dan menetapkan formatur KMMB
BAB III
Peserta musyawarah III KMMB terdiri dari :
1.       Peserta penuh adalah semua anggota KMMB baik anggota tetap, anggota luar biasa dan anggota kehormatan.
2.       Peserta peninjau adalah seluruh anggota KMMB yang berada di desa bolo di luar kota Kendari ditambah dengan undangan panitia.
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA
Pasal 5
Hak Peserta
1.       Peserta Penuh
a.       Mengikuti musyawarah III KMMB
b.      Mempunyai hak suara dan hak bicara/pendapat, memilih dan dipilih kecuali
2.       Peserta Peninjau
a.       Mengikuti musyswarah III KMMB.
b.      Mempunyai hak bicara atas izin pimpinan sidang.
Pasal 6
Kewajiban Peserta
1.       Pesrta berkewajiban menjaga jalannya musyawarah III KMMB secara aman, tertib dan terarah.
2.       Dalam mengajukan pendapat, usul dan saran hanya dapat dilakukan melalui izin presidium sidang.
3.       Apabila pesrta musyawarah III KMMB tidak dapat menjalankan kewajibannya, sebagaimana poin 1 dan 2 diatas maka pimpinan sidang berhak mengeluarkan peserta dari forum musyawarah.
BAB V
JENIS-JENIS SIDANG
Pasal 7
Sidang Pendahuluan
1.       Pembahasan agenda acara.
2.       Pembahasan tatatertib musyawarah.
3.       Pemilihan presidisium sidang.
Pasal 8
Sidang Pleno
1.       Sidang pleno I
a.       Pembagian komisi
1.       Komisi AD/ART
2.       Komisi program kerja
b.      Pemilihan pimpinan sidang
2.       Sidang Pleno II
a.       Sidang-sidang komisi
b.      Penetapan sidang-sidang hasil komisi
3.       Sidang Pleno III
a.       Pengajuan kriteria calon formatur/mide formatur,
BAB VI
Pasal 9
Stering Komite
1.       Pimpinan sidang pendahuluan sampai terpilihnya presidisium sidang
2.       Membantu tugas-tugas presidium sidang terpilih jika diperlukan atas izin pimpinan sidang
Pasal 10
Preisidium Sidang
Mengatur dan memimpin sidang-sidang selanjutnya
BAB VII
PERSIDANGAN
Pasal 11
Qurom Sidang
1.       Musyawarah III KMMB dinyatakan qurom apabila : sidang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota.
2.       Apabila ayat diatas tidak terpenuhi, makak sidang ditunda 2x10 menit selanjutnya dinyatakan qorum.
Pasal 12
Interupsi
Setiap peserta berhak mengajukan interupsi setelah mendapat persetujuan dengan pimpinan sidang terlebih dahulu menyebutkan jenis interupsi.
Pasal 13
Pemgambil Keputusan
1.       Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat
2.       Apabila ayat 1 tidak terpenuhi, keputusan diambil berdsarkan sura terbanyak
Setiap peserta berhak mengajukan interupsi setelah mendapat persetujuan dengan pimpinan sidang terlebih
BAB VIII
PENUTUP
Pasal 14
Aturan Tambahan
1.       Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian.
2.       Tata tertib ini berlaku sejak ditetapkan.

Thursday, June 5, 2014

FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS HALU OLEO 2014

Bocah Liar Sedang Membakar BBM



SEKILAS TENTANG PENDIDIKAN DAN SEKOLAH DI INDONESIA
Bila kita mempelajari sejarah pendidikan di tanah air, maka setidaknya bisa dibedakan dalam empat rentang waktu, yakni: masa raja-raja lokal-prakolonialisme, masa kolonialisme Hindia Belanda-prakemerdekaan, masa Orde Lama, dan masa Orde Baru.
     Pada masa raja-raja lokal-prakolonialisme, pendidikan mungkin hanya dikenal oleh kaum bangsawan dan keluarga raja-raja baik di kerajaan Mulawarman di Kalimantan (400 sM), Purnawarman di Jawa Barat (450 SM), Sriwijaya, Kediri, Singosari, maupun Majapahit dan Mataram. Corak pendidikan pada masa itu boleh jadi tidak berbeda jauh dengan sistem pendidikan di kerajaan-kerajaan manapun yang merupakan perpaduan antara pendidikan agama (Hindu dan Budha) dan pendidikan bagi para kerabat elit politik dan kroni kerajaan. Tidak banyak catatan yang dapat kita jadikan rujukan untuk memahami hal ini lebih jauh.
 Pada masa kolonialisme, yang dimulai dengan masuknya Portugis disusul Spanyol, Belanda, Inggris, dan Perancis, sekolah-sekolah umum diselenggarakan dalam rangka melestarikan penjajahan. Politik pendidikan kolonial Hindia Belanda, sejak VOC datang di awal abad ke XVII, bahkan sangat efektif melestarikan strategi pemecahbelahan setiap komponen masyarakat yang berpotensi untuk bersatu menentang kepentingan ekonomi dan politik penjajahan. Dan selama 300 tahun kekuasaan Hindia Belanda, trilogi pemerintahan yang terfokus pada educatie, irrigatie, dan emigratie (pendidikan, irigasi/pertanahan, dan transmigrasi) telah menegaskan bagaimana sistem pendidikan telah dipolitisir untuk pro status quo. Beberapa lembaga pengajaran yang khususnya mengajarkan bahasa Melayu adalah Sekolah Militer di Semarang (1819), Institut Bahasa Jawa (1832) dan Sekolah Guru Bumiputera atau Kweekschool (1852) di Surakarta 
Pembaruan pendidikan di Hindia Belanda boleh jadi dimulai ketika Mr. J.A. van der Chijs di angkat menjadi Inspektur Pendidikan Bumiputera, tahun 1864. Ia langsung mengambil alih pengawasan sekolah Bumiputera Kristen dari Komisi Tinggi Pendidikan yang telah "membina" sekolah-sekolah itu selama 30-40 tahun. Larangan pengajaran agama Kristen yang telah diputuskan pemerintah tahun 1857 baru efektif pada masa Van Der Chijs. Lalu pada 1 Januari 1867, Komisi Tinggi Pendidikan diganti oleh Departement van Onderwijs, Eeredienst, en Nijverheid (Departemen Pendidikan, Agama dan Industri). Hal ini menandakan makin pentingnya pendidikan, khususnya bagi kalangan Bumiputera. Tahun 1911, bidang industri dipisahkan dari lembaga ini. Tanggal 3 Mei 1871 keluar keputusan kerajaan yang merupakan UU Pendidikan Bumiputera yang pertama. Lewat UU ini pendidikan guru diperbarui, dan sasaran pendidikan diperluas tidak saja bagi kalangan anak-anak penguasa Bumiputera, tetapi juga masyarakat Bumiputera lainnya. Yang lebih penting lagi, dalam UU ini dicantumkan ketentuan tentang bahasa pengantar di sekolah yang harus menggunakan bahasa setempat atau bahasa Melayu. Uang sekolah dihapuskan dan seterusnya biaya sekolah ditanggung oleh pemerintah. UU ini juga melarang pengajaran agama, baik Kristen maupun Islam atau lainnya, di sekolah. Sekolah bercirikan agama tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Demikianlah jumlah sekolah Bumiputera kemudian berkembang dari 266 (1871) menjadi 512 (1882). Sekolah juga mulai diperluas tujuannya dari sekadar mencetak calon ambtenaar (pegawai negeri) ke arah pengembangan potensi masyarakat dan karenanya tidak saja mengajarkan soal bahasa melainkan juga mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan.
Menjelang akhir abad ke XIX, lewat UU Pendidikan 1893, penjenjangan sekolah juga mulai dilakukan. Sekolah Kelas Dua, 3 tahun lamanya, mengajarkan mata pelajaran membaca, menulis, dan berhitung, dengan bahasa Melayu sebagai pengantar. Lalu Sekolah Kelas Satu, 5 tahun lamanya, memuat mata pelajaran membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, ilmu alam, ilmu ukur, menggambar, dan sejarah, dengan bahasa Belanda sebagai pengantar. Sekolah-sekolah inilah yang kelak berubah menjadi Sekolah Rakyat (Volkschool) atau Sekolah Desa (Desaschool) atau Sekolah Standar (Standaardschool).
Sejalan dengan Politik Etis atau "politik penebus dosa", pembaharuan pendidikan di Hindia Belanda pada masa prakemerdekaan, khususnya awal abad XX, dimotori oleh Mr. J.H. Abendanon (Direktur Pendidikan dan Agama 1900-1904), dan A.W.F. Idenburg (menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda, 1909-1919). Raden Ajeng Kartini di Jepara, merupakan salah seorang yang memperoleh manfaat dari sentuhan Abendanon ketika merancang pendidikan calon ibu yang baik bagi gadis Jawa. Ia juga memperbarui sekolah guru, khususnya di Bukittinggi.
Setelah munculnya Tiong Hwa Hwee Koan yang diresmikan menjadi Hollandsch Chineesche School (HCS) tanggal 1 Mei 1908, maka G.H.J Hazeu yang menjabat Penasihat pemerintah untuk Urusan Bumiputera dan Direktur Pendidikan dan Agama (1912-1914) memperjuangkan sekolah sejenis untuk Bumiputera, yakni Holandsch Inlansche School (HIS). Dengan masa belajar 7 tahun, HIS menerima anak-anak Bumiputera umumnya, tidak dibatasi pada anak pembesar dan kalangan atas saja. Untuk sekolah lanjutan, sejak 15 Juni 1914, ditetapkanlah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), dengan masa belajar 3 tahun. Lalu lahirlah Algemeene Middlebare School (AMS) sebagai lanjutan MULO, juga 3 tahun. AMS memiliki dua jurusan, yakni A dan B. Jurusan A dibagi dua, A-1 (sastra dan humaniora Timur) dan A-2 (klasik Barat). Jurusan B untuk pengetahuan pasti dan alam.
AMS pertama di Yogyakarta, lengkap dengan dua jurusannya (1919). AMS di Bandung hanya untuk klasik Barat (A-2, tahun 1920). AMS A-1 didirikan di Surakarta (1926). Pada saat yang hampir bersamaan, Lembaga Kerajaan untuk Pendidikan Tinggi Teknik di Hindia Belanda, yang didirikan oleh mahasiswa Hindia Belanda yang ada di Nederland tahun 1918, berusaha mengumpulkan uang dan kemudian berhasil mendirikan Technische Hoogeschool te Bandung, Juli 1920. Inilah cikal bakal Institut Teknologi Bandung yang kita kenal sekarang. Disini pula pemuda Soekarno menamatkan sekolahnya dan kemudian memimpin pergerakan melawan pemerintah Hindia Belanda Harus diakui bahwa "Politik Etis" yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk "menebus dosa" dan meringankan "guilty feeling" mereka, masih sangat diskriminatif, setidaknya bagi kelompok Bumiputera yang Islam. Seperti dikatakan Nurcholish Madjid, umat Islam akhirnya mendirikan pesantren-pesantren dibawah pimpinan ulama dalam suasana kejiwaaan atau mindset "berjuang melawan" (fight against) kolonialisme Belanda. Pendidikan pesantren ini umumnya sangat kurang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi hanya berkonsentrasi pada ilmu-ilmu agama saja. Baru ketika "Politis Etis" di bidang pendidikan berhasil melahirkan elit baru Bumiputera terpelajar yang mempelopori pendidikan Islam modern lewat gerakan Muhammadiyah-nya K.H. Ahmad Dahlan (dimulai dari Kauman, Yogyakarta, 1912) maka "pendidikan Islam" mengalami perkembangan yang signifikan.
Harus diakui bahwa "Politik Etis" yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk "menebus dosa" dan meringankan "guilty feeling" mereka, masih sangat diskriminatif, setidaknya bagi kelompok Bumiputera yang Islam. Seperti dikatakan Nurcholish Madjid, umat Islam akhirnya mendirikan pesantren-pesantren dibawah pimpinan ulama dalam suasana kejiwaaan atau mindset "berjuang melawan" (fight against) kolonialisme Belanda. Pendidikan pesantren ini umumnya sangat kurang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi hanya berkonsentrasi pada ilmu-ilmu agama saja. Baru ketika "Politis Etis" di bidang pendidikan berhasil melahirkan elit baru Bumiputera terpelajar yang mempelopori pendidikan Islam modern lewat gerakan Muhammadiyah-nya K.H. Ahmad Dahlan (dimulai dari Kauman, Yogyakarta, 1912) maka "pendidikan Islam" mengalami perkembangan yang signifikan.
Sejak masa Orde Baru dimulai dan sampai hari-hari ini sistem pendidikan kita juga agaknya masih belum banyak berkembang. Seperti banyak disinyalir oleh pakar pendidikan negeri ini, sistem pendidikan Orde Baru telah "sukses" dipolitisir untuk kembali menjajah jiwa rakyat banyak. Pola pendidikan yang militeristik, penuh upacara dan penyeragaman dimana-mana, telah membuat kaum muda terpasung tak berdaya. Tepatlah apa yang pernah dikatakan oleh Romo Mangunwijaya, bahwa generasi kita saat ini lebih terbelakang dari generasi Soekarno-Hatta-Syahrir. Atau dalam bahasa Sindhunata, pendidikan selama Orde Baru hanya melahirkan air mata. Lembaga-lembaga pengajaran yang ada terlalu banyak dimanajemeni, tetapi sangat kurang dipimpin. Sekolah dan universitas telah diubah menjadi sama dan sebangun dengan pabrik-pabrik konglomerat yang memproduksi benda-benda serba seragam dan tidak memiliki kreativitas karena tidak pernah diberi kebebasan yang memadai untuk memanusiawikan dirinya sebagai satu-satunya ciptaan yang diciptakan Sang Pencipta dengan dianugerahi daya cipta. Sebagian pakar pendidikan bahkan tidak ragu mengatakan sistem pendidikan kita lebih terbelakang dibanding sistem pendidikan kolonial Belanda, khususnya setelah Politik Etis di berlakukan. Mereka yang pernah ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sepanjang Orde Baru tidak pernah mampu menghasilkan kebijakan yang memungkinkan lahirnya calon-calon pemimpin bangsa sekaliber angkatan 1928
Runtuhnya Orde Baru setidaknya menggugah kembali harapan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, yakni sistem pendidikan yang membebaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, dan penderitaan. Utamanya diharapkan agar reformasi politik dan ekonomi dapat dicapai dengan juga melakukan reformasi dan transformasi di bidang pendidikan. Darmaningtyas, seorang pengamat pendidikan yang masih relatif muda, bahkan menegaskan bahwa reformasi seharusnya dimulai dari pendidikan. Seminar yang melibatkan Majalah Basis, Universitas Sanata Dharma, Penerbit Kanisius, Yayasan Pendidikan Kanisius, dan Ford Foundation, di Yogyakarta, Agustus 2000, juga mencoba menelusuri jawaban terhadap pertanyaan yang akan dijadikan tajuk buku Quo Vadis Pendidikan di Indonesia? Lalu Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IV yang berlangsung di Jakarta, September 2000, juga menyiratkan berbagai harapan agar sistem pendidikan nasional dibenahi secara mendasar. 
Dalam suasana penuh harap itu, berbagai persoalan dasar muncul kepermukaan dan sebagian besar praktisi di bidang pendidikan nampaknya belum mampu memetakannya secara baik karena sebelumnya terlalu banyak diatur oleh birokrat pendidikan Orde Baru yang sok pintar. Ditambah lagi dengan konsekuensi yang muncul dari pemberlakukan otonomi daerah lewat serangkaian peraturan perundangan, membuat segala harapan itu mencampur baur dengan kekhawatiran dan kebingungan. Pembatasan anggaran pendidikan dalam RAPBN tahun 2001 yang kurang dari 4 persen, misalnya, secara langsung menggerogoti optimisme sebagian besar orang yang concern terhadap masalah pendidikan di negeri ini. Membandingkan hal itu dengan negara-negara lain hanya akan membuat kita "minder", "panik" dan mungkin "marah".
Kita bertanya-tanya apakah dalam 20 tahun ke depan pendidikan kita juga masih akan melahirkan air mata? Apakah generasi yang saat ini berusia muda, kelak akan kembali mengikuti jejak kakak-kakaknya menjadi sarjana-sarjana beo-perkutut dan mesin penghafal yang selalu bekerja mengandalkan "kekerasan otot", "politik uang", dan sejenisnya? Kalau ya, saat itu mungkin tangisan kita telah beralih wujud menjadi air mata darah.

Tuesday, June 3, 2014

Fakultas Ekonomi UHO 2014

5 Kampus dengan Jurusan Ekonomi Terbaik di Indonesia

Kasdin IESP fekon UHO

KOMPAS.com - Hasil survei ini termasuk yang ditunggu-tunggu dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2013. Sebelumnya sudah pernah diberitakan kampus di Indonesia dengan jurusan Akuntansi dan Keuangan terbaik, kini kampus mana di Indonesia yang didapuk sebagai yang terbaik dengan jurusan Ekonomi dan Ekonometrika-nya?

Universitas Indonesia kembali ditempatkan di peringkat pertama pada tahun ini. Fakultas Ekonomi di kampus ini didirikan sejak tahun 1950.

Di tempat kedua duduk Universitas Gadjah Mada. Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM berdiri pada tahun 1955. Nama Institut Teknologi Bandung kembali masuk di dalamnya. Sejak 2003, ITB memang memiliki Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB.

Berikut daftar 5 besar kampus dengan jurusan Ekonomi dan Ekonometrika terbaik di Indonesia:

1. Universitas Indonesia
2. Universitas Gadjah Mada
3. Universitas Padjajaran
4. Universitas Diponegoro
5. Institut Teknologi Bandung

Di Asia, lima perguruan tinggi dengan jurusan Ekonomi dan Ekonometrika terbaik adalah National University of Singapore (NUS), The University of Tokyo di Jepang, University of Hong Kong, The Hong Kong University of Science and Technology, dan Peking University di China.

Sementara itu, di urutan teratas kampus dunia dengan jurusan Ekonomi dan Ekonometrika terbaik, masing-masing Harvard University di Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology di AS, London School of Economics and Political Science (LSE), University of Chicago dan University of California Berkeley di AS.

Dalam melakukan pemeringkatan, QS World Ranking menggunakan indikator reputasi akademik, kualitas sumber daya manusia, jumlah tingginya kutipan yang dipakai peneliti, indeks H yang digunakan untuk mengukur produktivitas dan dampak dari sebuah karya ilmiah para peneliti dan sarjananya, serta kekuatan spesialisasi pada disiplin ilmunya.

Sunday, May 25, 2014

Wirausaha Kasdin UHO



Lampiran 1. Contoh Permohonan

Perihal            : Permohonan Peserta PMW 2014

Kepada Yth    : Rektor Universitas Halu Oleo
  c.q. Ketua Pusat Pengembangan Kewirausahaan
          dan Produktivitas Nasional (P2KPN)
                             di
       Kendari

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini mengajukan permohonan sebagai calon peserta Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tahun 2014.
Nama                          :……………………………………………………………………….
Stambuk                     : ……………………………………………………………………….
Program Studi           : ……………………………………………………………………….
Fakultas                      : ……………………………………………………………………….
Judul Kegiatan           : ……………………………………………………………………….
                                    : ……………………………………………………………………….
Sebagai bahan pertimbangan dan kelengkapan berkas, bersama ini saya lampirkan:
1.    Formulir pendaftaran
2.    Biodata
3.    Fotocopy transkip akademik
4.    Fotocopy KTM yang masih berlaku
5.    Fotocopy KTP
6.    Foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar;
7.    Garis besar rencana bisnis
8.    Menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tahun 2014

Demikian permohonan ini saya sampaikan, atas perkenannya saya ucapkan terima kasih.

Kendari,   April 2014
Mengetahui,                                                               Hormat Saya,
Pembantu Dekan III
Fakultas……………………….


(…………………………………………)                                 (…………………………………………)
NIP.
Lampiran 2.

 

Lampiran 3. Biodata
BIODATA

Nama Lengkap
:
...............................................................................................................
Nomor Stambuk
:
...............................................................................................................
Tempat, Tanggal Lahir
:
...............................................................................................................
Jenis Kelamin
:
...............................................................................................................
Agama
:
...............................................................................................................
Program Studi/Jurusan
:
...............................................................................................................
Fakultas
:
...............................................................................................................
SKS yang telah selesai
:
...............................................................................................................
IPK
:
...............................................................................................................
Alamat Tempat Tinggal
:
...............................................................................................................
...............................................................................................................
...............................................................................................................
Alamat Lokasi Usaha
:
...............................................................................................................
...............................................................................................................
No. HP
:
...............................................................................................................
e-mail
:
...............................................................................................................
Pengalaman Usaha
:
1. .........................................................................................................
2. .........................................................................................................
3. .........................................................................................................



Semua  data  yang  saya  isikan  dan  tercantum  dalam  biodata  ini  adalah  benar  dan  dapat  dipertanggungjawabkan  secara  hukum.  Apabila  di  kemudian  hari  ternyata  dijumpai  ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya.  

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan program wirausaha mahasiswa (PMW).

Kendari,    April 2014
                                                                                    Pengusul,

 



                                                                                    (…………………………………..)

Lampiran 4. Garis Besar Rencana Bisnis *)

Jenis Usaha                      : ...............................................................................................................
Judul Rencana Bisnis      : ...............................................................................................................
Nama Mahasiswa            : ...............................................................................................................
Program Studi                 : ...............................................................................................................
Fakultas                            : ...............................................................................................................
Biaya                                 : Rp. .......................................................................................................
ANALISIS SITUASI
Kompetitor
Diisi secara singkat dan jelas ..................................................................................................................................
Keunikan
Diisi secara singkat dan jelas ..................................................................................................................................
Keunggulan Produk
Diisi secara singkat dan jelas ..................................................................................................................................
Konsumen
Diisi secara singkat dan jelas ..................................................................................................................................
MANAJEMEN
Sumber Bahan Baku
Diisi secara singkat ..................................................................................................................................
Proses Produksi
Diisi secara singkat ..................................................................................................................................
Jumlah Produksi/bulan

Diisi secara singkat ..................................................................................................................................
Strategi Pemasaran
Diisi secara singkat ..................................................................................................................................
Sumber daya manusia

Diisi secara singkat ..................................................................................................................................
Fasilitas yang telah ada

Diisi secara singkat ..................................................................................................................................
Fasilitas yang diadakan
Diisi secara singkat ..................................................................................................................................
Kendari,   April 2014
Mengetahui,                                                               Hormat Saya,
Pembantu Dekan III
Fakultas……………………….


(…………………………………………)                                 (…………………………………………)
NIP.
Keterangan: *) maksimal dibuat dalam 5 halaman
Lampiran 5. Pernyataan Kesanggupan
PERNYATAAN KESANGGUPAN MELAKSANAKAN PROGRAM PMW 2014


Yang bertandatangan di bawah ini
Nama                                      :
NIM                                         :
Jurusan                                   :
Fakultas                                  :
Jabatan dalam Tim                :
Judul Proposal Rencana Bisnis :

Dengan ini menyatakan sanggup menandatangani surat perjanjian kerjasama (kontrak) dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku, serta tidak akan mengundurkan diri, apabila proposal rencana bisnis yang diajukan dinyatakan lulus seleksi.
                     
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan tanpa tekanan dari siapapun.


                                                                                    Kendari,     Mei 2014
Mengehaui,                                                                Yang membuat pernyataan,
Pembantu Dekan III
Fakultas………………………..                                        




……………………………………………                                 .....................................................
NIP.